Gemuruh rindu begitu sesak
Penuhi malamku
Angin meniup dinding ruangku
perlahan
Menusuk rusuk yang kian melemah
Aku hadapkan wajahku hariku
menuju kiblatMu
masih kah ada
Setetes ampunan
atas hinaku
atas bodohku
Sulit
Sulit aku coba
keluar dari lingkaran bobrok yang
makin menganga
Ruhku seakan ingin lepas
Dari hati yang smakin mengeras
Menggigil
Meradang
Aku ingin kembali
Di sisa asaku
Dalam baikku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar